MERDEKA.COM.
Aliansi Mahasiswa dan Alumni Universitas Indonesia (UI) menolak Prabowo
Subianto menjadi calon presiden. Hal itu lantaran Prabowo dianggap
terlibat pelanggaran HAM berat di masa lalu.
"Jika dia menjadi presiden ada ancaman terhadap demokrasi," ujar juru bicara aliansi itu Rio Apinino saat aksi di Kampus UI Salemba, Jumat (30/5).
Rio mengakui calon presiden lainnya Joko Widodo (Jokowi) juga disokong oleh tokoh yang diduga terlibat pelanggar HAM masa lalu. "Di belakang Jokowi ada Wiranto ada Hendropriyono, tetapi itu lebih baik ketimbang Prabowo yang mencalonkan presiden," katanya.
Rio juga khawatir jika Prabowo menjadi presiden, kasus pelanggaran HAM yang selama ini ada tidak akan terungkap. Hal itu, berbeda jika Jokowi yang menjadi kepala pemerintahan.
"Kalau Jokowi ada harapan untuk mengungkapnya," harapnya.
Dalam aksi itu mereka membawa spanduk bertuliskan 'Tolak Capres Pelanggar HAM'. Aksi yang digelar di dalam kampus itu juga menggelar orasi kepada mahasiswa-mahasiswa.
"Jika dia menjadi presiden ada ancaman terhadap demokrasi," ujar juru bicara aliansi itu Rio Apinino saat aksi di Kampus UI Salemba, Jumat (30/5).
Rio mengakui calon presiden lainnya Joko Widodo (Jokowi) juga disokong oleh tokoh yang diduga terlibat pelanggar HAM masa lalu. "Di belakang Jokowi ada Wiranto ada Hendropriyono, tetapi itu lebih baik ketimbang Prabowo yang mencalonkan presiden," katanya.
Rio juga khawatir jika Prabowo menjadi presiden, kasus pelanggaran HAM yang selama ini ada tidak akan terungkap. Hal itu, berbeda jika Jokowi yang menjadi kepala pemerintahan.
"Kalau Jokowi ada harapan untuk mengungkapnya," harapnya.
Dalam aksi itu mereka membawa spanduk bertuliskan 'Tolak Capres Pelanggar HAM'. Aksi yang digelar di dalam kampus itu juga menggelar orasi kepada mahasiswa-mahasiswa.
Sumber: Merdeka.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar