Kamis, 22 Januari 2015

Guru Cantik Bercinta dengan 2 Siswanya, Kadang di Lemari Kelas


Joy Morsi (tengah), guru yang melakukan skandal seks dengan dua siswanya. Foto: mirror.co.uk
Joy Morsi (Tengah), guru yang melakukan skandal seks dengan dua siswanya. Foto: mirror.co.uk


LUMAYAN cantik, meski sudah berusia 40 tahun. Tapi kelakuannya yang bikin dada nyesek. Joy Morsi namanya, dia guru olah raga di SMA Grover Cleveland, Amerika Serikat (AS).
      
Dia mengakui telah melakukan hubungan seksual dengan dua siswanya yang baru berusia 16 tahun. Pengakuan itu setelah ulahnya terbongkar.
   
Hubungan asmaranya dengan siswa pertama dimulai pada bulan Juni 2013. Asmara terlarang ini terjalin bermula ketika Morsi menawarkan bantuan menurunkan berat badan siswa itu.
Selama setahun berjalan, keduanya sering berhubungan seks, yang dibumbui mengirim email seksual. Bahkan bercinta juga dilakukan di lemari sekolah.

Hubungan keduanya retak disertai pertengkaran, dan akhirnya putus karena si siswa selingkuh dengan siswi di sekolah itu. Morsi lantas berhasil menggaet siswa kedua, dan melakukan hubungan seks dua minggu kemudian.

Dikutib dari Mirror.co.uk (18/1), ulah Morsi terbongkar lantaran tercium siswa-siswinya dan melaporkannya ke  ke pihak berwenang. Tambah heboh karena suami Morsi juga merupakan guru di sekolah itu.

Kasus ini sudah ditangani aparat hukum setempat. Lisensi mengajar Morsi dicabut. Selain itu, dia harus menjalani hukuman percobaan selama 10 tahun, dengan tuduhan melakukan hubungan intim dengan anak di bawah umur.

Departemen Pendidikan setempat juga mengeluarkan tindakan tegas. “Morsi telah dipecat dari sekolah sejak kasus perselingkuhannya merebak,” ujar sang jubir departemen Pendidikan itu. 

Sumber: www.jpnn.com

Minggu, 18 Januari 2015

Tak Berkembang, Tommy Sugiarto Mundur dari Pelatnas

Tommy Sugiarto. Foto: dok/JPNN.com
JAKARTA - Keputusan mengejutkan diambil Tommy Sugiarto. Tunggal putra terbaik Indonesia itu memilih mundur dari Pelatnas periode 2015. Pebulutangkis berusia 26 tahun itu lebih memilih kembali ke PB Pelita Bakrie Jakarta.

Ini adalah kali kedua Tommy memutuskan mundur dari pelatnas. Sebelumnya, usai lima tahun menghuni asrama Cipayung, Tommy pulang ke klubnya pada 2010 silam. Namun, setelah itu Tommy kembali dipanggil Pelatnas.

“Tommy Sugiarto memang sudah resmi melayangkan surat pengunduran diri dari Pelatnas Cipayung terhitung sejak 6 Januari 2015. Alasan yang disebutkan Tommy adalah karena ia merasa permainannya tidak berkembang,” terang Rexy Mainaky, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI di laman organisasi, Sabtu (10/1).

Tommy sebelumnya berlatih dengan Joko Suprianto yang menjabat sebagai pelatih kepala tunggal putra. Namun, Joko tak lagi menghuni Pelatnas sejak Juni 2014 lalu. Sejak saat itu, tim tunggal putra sektor prestasi ditangani pelatih baru asal Tangkas Jakarta, Hendry Saputra.

“Dengan persaingan di sektor tunggal putra yang semakin ketat, memang diperlukan adanya perubahan dan peningkatan baik teknik maupun strategi. Namun selama ini Tommy belum pernah berlatih dalam pola latihan di bawah asuhan pelatih yang baru,” tegas Rexy.

Sumber: http://www.jpnn.com


Selasa, 29 Juli 2014

Jerman vs Portugal di Final Piala Eropa U-19

 Beritabola.com Budapest - Sukses Jerman menjuarai Piala Dunia bisa saja dilanjutkan dengan memenangi Piala Eropa U-19. Tim muda mereka akan tampil di final melawan Portugal.

Jerman lolos ke laga puncak setelah pada pertandingan semifinal kemarin (28/7) berhasil menjungkalkan Austria dengan skor telak, 4-0.

Sedangkan Portugal melangkah ke final usai menang ad penalti 4-3 atas Serbia. Sebelumnya, selama 120 menit kedua kesebelasan bermain imbang tanpa gol.

Final Jerman-Portugal akan dihelat di Ferenc Szusza Stadium, Budapest, pada Kamis (31/7) malam waktu setempat.

Piala Eropa U-19 digelar di Hongaria, dikuti 8 tim yang dibagi ke dalam dua grup. Portugal memenangi Grup A dengan nilai sempurna dari 3 pertandingan: menang atas Austria, Hongaria, dan Israel.

Adapun Jerman berada di Grup B dan menjadi pemuncak klasemen. Mereka mengatasi Bulgaria, ditahan 2-2 oleh Serbia, dan menang atas Ukraina.

Pemain Jerman dari klub Werder Bremen, Davie Selke, sementara menduduki daftar top skorer dengan 6 gol. Ia dibuntuti oleh pemain Portugal dari klub Porto B, Andre Silva, yang mengemas 5 gol.

Piala Eropa U-19 diadakan setiap tahun. Tahun lalu juaranya adalah Serbia. Jerman terakhir kali memenangi turnamen junior ini di tahun 2008, sedangkan Portugal di edisi 1999.

Dua minggu lalu timnas senior Jerman menjuarai Piala Dunia untuk kali keempat. Mereka juga bertemu Portugal di babak grup, dan menang telak 4-0.

 

Senin, 14 Juli 2014

Nesta juga pertanyakan kelayakan Messi raih golden ball


Nesta juga pertanyakan kelayakan Messi raih golden ball
Merdeka.com - Mantan pemain Italia, Alessandro Nesta menilai bahwa raihan Golden Ball yang diraih Lionel Messi tak seharusnya jatuh ke bintang Argentina tersebut.

Seperti diketahui, FIFA memberikan penghargaan kepada Lionel Messi sebagai pemain terbaik pada Piala Dunia kali ini seusai kekalahan Argentina di final melawan Jerman.

Dan menurut Nesta, beberapa pemain lain selain Messi seharusnya lebih layak untuk mendapatkan penghargaan tersebut. Sebut saja diantaranya, Thomas Muller atau Javier Mascherano.

"Dia adalah pemain terbaik di dunia, tapi di Piala Dunia banyak pemain lain yang pantas mendapatkan penghargaan itu," ujarnya.

"Thomas Muller tentu saja layak, James Rodriguez juga telah tampil baik, begitu juga Javier Mascherano dan Bastian Schweinsteiger di mana mereka lebih baik dari Messi," tandasnya.

Minggu, 06 Juli 2014

Juan Zuniga Tak Merasa Bersalah Bikin Punggung Neymar Patah

Juan Zuniga Tak Merasa Bersalah Bikin Punggung Neymar Patah
Juan Zuniga Tak Merasa Bersalah Bikin Punggung Neymar Patah

TRIBUNNEWS.COM, FORTALEZA – Bek Kolumbia, Juan Zuniga, merasa tidak bersalah atas tindakannya melanggar bintang Brasil, Neymar, di pertandingan perempatfinal Piala Dunia 2014.
Zuniga bermaksud mengambil bola dari Neymar, dia melompat kemudian mengarahkan kaki kanan ke bagian punggung pemain Barcelona tersebut dalam pertandingan di Estadio Placido Aderaldo, Sabtu (5/7/2014) dinihari.

Setelah kejadian itu, Neymar terjatuh di lapangan dan meringis kesakitan. Dia ditarik ke luar dan tak bisa melanjutkan permainan. Menurut keterangan dokter tim Brasil, Rodrigo Lasmar, Neymar menderita cedera patah tulang vertebra ketiga pada punggungnya.

“Itu pergerakan normal. Saya tidak pernah menyakiti pemain. Saya berada di lapangan untuk membela negara dan tidak ada niat mencederai orang,” tutur Zuniga seperti dilansir Soccerway.
Cedera ini membuat Neymar harus beristirahat selama beberapa minggu. Kemungkinan, dia tak bisa 
melanjutkan kiprah di kejuaraan sepak bola empat tahunan tersebut.

Bek Napoli tersebut tidak menerima hukuman dari wasit asal Spanyol, Carlos Velasco Carballa. Laga dua negara di Amerika Selatan berlangsung keras. Velasco mengeluarkan empat kartu kuning dari 54 pelanggaran yang terjadi.

Kamis, 19 Juni 2014

Penampilan Wakil Asia Belum Memuaskan

REUTERS/Jorge Adorno
Tim Nasional Korea
Pertandingan pertama sudah dilakoni oleh semua kontestan. Setelah banjir gol, baru di pertandingan ke-13 ada partai yang berakhir imbang. Ini menunjukkan dengan jelas bahwa Piala Dunia kali ini dari segi permainan menarik untuk dinikmati oleh suporter sepak bola.

Lalu, sejauh mana kiprah empat wakil Asia di Brasil? Kali ini, Australia, Jepang, Korea Selatan (Korsel), dan Iran menjadi wakil Asia. Keempatnya berada di grup yang berbeda. Australia berada di grup B dengan dua raksasa Eropa, Spanyol dan Belanda, serta kuda hitam Cile. Jepang ada di grup C dengan unggulan Kolombia, kemudian Pantai Gading dan Yunani.

Iran tergabung di grup F dengan negeri Diego Maradona, Argentina, Nigeria, serta negara yang baru pertama kali melaju ke Piala Dunia, Bosnia Herzegovina. Sementara Korsel berada di grup H dengan Belgia, Rusia, dan Aljazair.

Sejauh ini belum ada wakil Asia yang meraih kemenangan. Australia dan Jepang menderita kekalahan, sementara Iran dan Korsel memperoleh hasil imbang. Hal ini jelas mengharuskan mereka untuk bekerja keras di pertandingan selanjutnya agar bisa memenuhi target lolos ke perdelapan final. Tentu akan sangat memalukan bagi sepak bola Asia jika tak satupun wakilnya yang melaju ke babak kedua.


Australia tidak beruntung berada di grup neraka
Australia bisa dikatakan tidak beruntung dengan undian yang menempatkan mereka di grup neraka. Mereka bertemu dengan Cile, Belanda, dan Spanyol. Sejak awal mereka diprediksi akan kesulitan lolos dari grup ini apalagi performa mereka selama masa persiapan sangat mengecewakan hingga sempat memecat pelatih.

Akhirnya, Australia benar-benar tersisih dan menjadi tim pertama yang tersingkir dari Piala Dunia. Dua kekalahan, 1-3 dari Cile, kemudian dibenamkan Belanda 3-2 sudah memastikan mereka perlu berkemas lebih awal.

Tetapi, satu hal yang layak dipuji adalah peningkatan permainan mereka dari saat menghadapi Cile dengan ketika melawan Belanda. Socceroos bermain terbuka dan menghibur untuk menguasai pertandingan di babak pertama walau mereka kebobolan lebih dulu melalui serangan balik nan cepat yang dituntaskan Arjen Robben, mereka memberi perlawanan yang sangat baik. Tim Cahill langsung membalas gol Robben dengan tendangan first time nya yang banyak dibilang sebagai gol terbaik turnamen sejauh ini. Setelah sempat berbalik unggul melalui eksekusi penalti Mile Jedinak, Belanda membalas dengan dua gol Robin Van Persie dan Memphis Depay.
Netherlands' Arjen Robben (11) celebrates after scoring his side's first goal during the group B World Cup soccer match between Australia and the Netherlands at the Estadio Beira-Rio in Porto Alegre, Brazil, Wednesday, June 18, 2014. (AP Photo/Jon Super)
Netherlands' Arjen Robben (11) Celebrates after scoring his side's first goal dunring group B World Cup



Penguasaan bola berimbang, masing-masing 50 persen serta mampu melesakkan delapan tendangan tepat sasaran jelas menunjukkan kualitas Australia cukup bagus. Bahkan mereka bisa mengimbangi Belanda yang sebelumnya menghancurkan Spanyol 5-1.

Bagaimanapun permainan terbaik tidak serta merta membuat mereka aman. Nilai yang dikumpulkan akhirnya harus menghukum mereka. Belum mengoleksi satu poin pun jelas memastikan langkah terhenti. Satu laga terakhir menghadapi Spanyol perlu jadi pembuktian bahwa mereka punya kualitas yang cukup baik untuk menjadi wakil Asia. Kini Asia berharap pada tiga wakil lainnya untuk bisa berbicara lebih banyak.


Jepang jauh dari ekspektasi
Diantara negara Asia, Jepang merupakan tim yang paling diharapkan oleh publik sepak bola Asia bisa berbicara banyak di perhelatan kali ini. Maklum mereka merupakan juara bertahan Piala Asia 2011 dan menjadi wakil Asia di ajang Piala Konfederasi 2013 yang menjadi turnamen pemanasan sebelum Piala Dunia.

Alberto Zacceroni merupakan garansi kualitas seorang pelatih yang bagus dan handal meracik strategi. Ditinjau dari komposisi skuat, Jepang bisa dibilang juga yang terbaik. 12 dari 23 pemain yang dibawa ke Brasil berlaga di kompetisi top Eropa. Keisuke Honda dan Shinji Kagawa dikenal punya kemampuan yang mumpuni untuk bisa bersaing dengan pemain-pemain top dunia. Belum lagi nama seperti Maya Yoshida, Yuto Nagatomo, Makoto Hasebe, maupun Atsushi Uchida.

Tetapi, nyatanya penampilan pertama mereka bisa dikatakan tidak memenuhi harapan, walaupun tidak bisa dikatakan mereka tampil buruk pula. Jepang sempat menguasai permainan di awal pertandingan. Honda membawa Samurai Biru unggul di menit 16. Tapi, petaka hadir di pertengahan kedua ketika gol dari Wilfried Bony hadir di menit 64 dan Gervinho dua menit kemudian.

Kedua gol Pantai Gading menunjukkan kelemahan Jepang selama ini yang belum bisa diperbaiki, antisipasi bola udara. Semua gol berasal dari umpan silang yang dilepaskan Serge Aurier. Tidak ada penjagaan yang berarti pada Aurier. Kemudian juga lemah dalam duel bola udara meski Bony dan Gervinho sebenarnya tak memiliki keunggulan postur terhadap bek Jepang. Antisipasi Eiji Kawashima juga sangat buruk, terutama gol kedua.

(AP Photo/Shuji Kajiyama)

Lebih buruk lagi, setelah tertinggal Jepang tak punya semangat berarti untuk membalas. Mereka kesulitan menguasai permainan sehingga penguasaan bola hanya 43 persen kemudian secara keseluruhan hanya 4 tendangan yang tepat sasaran dari 7 percobaan yang dilakukan. Jauh dari sang lawan yang melepaskan 19 tembakan dengan 9 di antaranya mengarah ke gawang. Zacceroni harus segera memperbaiki agar bisa meraih poin penuh ketika bertemu Yunani karena di partai terakhir mereka akan bertemu Kolombia.


Iran meraih hasil yang baik tapi membosankan
Pertandingan Iran melawan Nigeria berakhir imbang 0-0. Ini merupakan laga pertama yang berakhir imbang. Skor kacamata sangat tidak menggambarkan turnamen yang telah menghasilkan 41 gol dari 12 pertandingan dengan rataan 3,4 gol per partai.

Hasil tersebut menggambarkan bahwa pertandingan berlangsung sedikit membosankan. Oleh Guardian, pertandingan ini hanya menarik di tujuh menit awal sementara 83 menit sisanya membosankan dengan hanya ada satu peluang bagus melalui tandukan Reza Ghoochannejhad yang dihadapi dengan penyelamatan menawan oleh Vincent Enyeama, kiper Nigeria di menit 34.

Carlos Queiroz, pelatih Iran, meski sudah memainkan pola 4-3-3 tetap menginstruksikan pemainnya untuk lebih banyak menunggu di area pertahanannya sendiri. Ini membuat mereka hanya punya 37 persen penguasaan bola. Hanya ada tujuh tendangan yang dilepaskan dengan tiga diantaranya mengarah ke gawang. Sementara peluang Ghoochannejhad di menit 34 merupakan satu-satunya

Nigeria's Joseph Yobo, left, challenges Iran's Reza Ghoochannejhad during the group F World Cup soccer match between Iran and Nigeria at the Arena da Baixada in Curitiba, Brazil, Monday, June 16, 2014. (AP Photo/Martin Meissner)

Pada kesempatan kali ini, Iran mengandalkan duet Reza Ghoochannejad, penyerang Charlton Atletic, dan Askhan Dejagah, yang bermain untuk Fulham. Menariknya keduanya lahir di Iran tetapi kemudian bermigrasi ketika masih muda. Ghoochannejhad yang mengemas sembilan gol dari sebelas pertandingan kualifikasi pernah membela Belanda di level junior. Sementara Dejagah sempat membela tim muda Jerman.


Mengingat Nigeria belum pernah menang dari delapan pertandingan Piala Dunia terakhirnya sejak mengalahkan Bulgaria tahun 1998 selayaknya Queiroz menargetkan kemenangan alih-alih memilih bertahan. Lawan selanjutnya, Argentina dan Bosnia-Herzegovina jelas lebih sulit untuk ditaklukkan.
Korea Selatan wakil Asia terbaik sejauh ini
Lee Keun-ho memperoleh bantuan Dewi Fortuna seperti yang diperoleh Clint Dempsey empat tahun lalu. Tendangan kerasnya ke arah gawang Rusia di menit 68 sebenarnya mengarah tepat ke kiper, tapi Igor Akinfeev melakukan kecerobohan sehingga gagal mengamankan bola. Bola yang seharusnya bisa dia amankan justru terlepas dari tangannya. Kejadian yang mirip ketika Robert Green gagal mengamankan gawang Inggris dari tendangan Dempsey di Rustenburg, Afrika Selatan. Uniknya ketika itu Inggris dilatih oleh Fabio Capello yang kini mengarsiteki tim Beruang Merah.

Walaupun akhirnya kemenangan Korsel sirna setelah Alexander Kerzhakov mencetak gol di menit 74, penampilan tim negeri ginseng bisa dikatakan sebagai yang terbaik di antara wakil Asia lainnya. Hingga menit 68, bisa dikatakan Korsel lebih mendominasi dengan bermain cepat ketika Rusia nampak lebih memilih bergerak lamban. Setelah gol Lee Keun-ho barulah Rusia bangun dan mulai serius melancarkan serangan.

Statistik menunjukkan bahwa penguasaan bola Korsel adalah 52 persen, tentu lebih baik dari sang lawan. Meski dari segi efektivitas serangan masih kalah. 6 shots on target berbanding 10 milik Rusia.

Hong Myung Bo, pelatih Korsel yang mengkapteni timnas Korsel Piala Dunia 2002 menjawab kritikan yang dialamatkan kepadanya bahwa Korsel dianggap sebagai wakil Asia terlemah. Sang kapten yang pernah membawa KOrsel sampai semi final di tahun 2002 itu membuktikan anak-anak buahnyalah yang paling punya peluang untuk melaju ke babak selanjutnya. Meski itu harus mereka buktikan lagi dengan mengalahkan Aljazair di pertandingan berikutnya mengingat di laga terakhir, Belgia sudah menanti.

Sumber: yahoo.com

Rabu, 18 Juni 2014

IPK Tertinggi, Hijaber Anak Petani Dapat Beasiswa ke Belanda

IPK Tertinggi, Hijaber Anak Petani Dapat Beasiswa ke Belanda
Ikut Konferensi International dalam Bidang Lingkungan di Jerman

Selepas lulus dari kuliah dari jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, dengan nilai Indeks Prestasi nyaris sempurna 3,98, Angga Dwi Tuti Lestari kini bersiap untuk melanjutkan studi ke Belanda. 

Karena memiliki nilai IPK tinggi, hijaber anak petani ini memang mendapatkan tawaran beasiswa dari Lembaga Pengelola Lembaga Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan RI.

"Saat ini sedangkan mengurus pendaftaran dan mengikuti seleksi untuk melanjutkan jenjang ke strata dua di University of Leiden, Belanda. Nanti pengumumannya September. Kalau lolos ya, kuliahnya tahun depan," kata Eng --sapaan akrabnya-- saat berbincang dengan Dream.co.id, Rabu 18 Juni 2014.
Tak ingin beasiswa yang diberikan sia-sia, Eng terus belajar keras meningkatkan nilai TOEFL yang diisyaratkan untuk menempuh studi di negeri kincir angin tersebut. Sambil persiapkan diri, ia juga mengiisi kegiatan dengan mengajar di Taman Pendidikan Alquran (TPA) di desanya, setiap akhir pekan.

"Dalam program beasiswa S2 saya mengambil Jurusan Plant Biology and Natural Product," kata gadis yang bercita-cita menjadi dosen dan pengusaha.
Menurutnya jika kelak menjadi dosen ia berharap bisa membagi ilmu kepada orang lain. "Orangtua saya selalu bilang, amalkan ilmu yang kita punya," imbuhnya.

Hadiah Mie Ayam
Kondisi ekonomi keluarga yang kekurangan justru membuat Eng bersyukur. Ia justru belajar banyak soal kerja keras dan laku prihatin. Bapak dan ibunya tak pernah memberikan kado spesial atas prestasi yang didapatkan dia. Kata Eng, kado spesial justru selalu diberikan mereka setiap saat, yakni keharmonisan keluarga.

Meski begitu, Eng mengaku jika kedua orangtuanya selalu membeli mie ayam saat dia menjadi juara satu. "Tradisi itu masih berlangsung hingga sekarang. Bahkan saat meraih IPK 3,98 itu juga dibelikan mie ayam, " kenang dia.

Saat kuliah, Eng menerapkan pola hidup sederhana seperti yang dilakukan orangtuanya. Dia juga tak mau membebani ayah dan ibunya yang cuma buruh tani. Hanya dengan bekal uang Rp600 ribu/bulan dari beasiswa Bidikimisi dan uang saku Rp50 ribu/bulan dari orangtua, Eng mampu menyelesaikan kuliahnya.

Untuk mendapatkan biaya tambahan sehari-hari, dia bekerja menjadi guru les dan merintis usaha kecil-kecilan jualan jus organik.

"Jadilah bahagia dengan pilihan hidupmu, karena hidup tak pernah memaksa untuk dipilih olehmu. Untuk semua yang senantiasa memberi harapan dan kepercayaan, Hanya doa yang mampu terpanjat sebagai jawaban" tulis Eng dalam akun Facebook-nya usai lulus dengan IPK tertinggi. 

"CONGRATULATION"
Hopefully be a successful person in the World and the Hereafter

Sumber: dream.co.id